Sabtu, 28 September 2013.
Pagi sekali, kira-kira pukul 05.30 pagi, istri dan saya sudah menunggu di tepi jalan sekitar Lebak Bulus menunggu jemputan teman istri saya. Biasanya akhir pekan, bila tidak ada rencana keluar kota, kami menghabiskan waktu di tempat tidur hingga siang. Eits.. benar-benar tidur. Menikmati bangun siang :). Namun, kali ini, saya diajak (lebih tepatnya sedikit memaksa :) ) istri untuk menemani tugas ke Kota Bandung. Sebenarnya, kantornya mengirimkan dia bersama satu orang koleganya, namun sepertinya istri saya tidak rela saya menghabiskan waktu tidur dan bermalas-malasan di akhir pekan ini sedangkan dia harus bangun subuh dan berangkat bekerja hahaha.
Perjalanan sekitar dua jam menuju kota Bandung sungguh membuat kami sedikit tersiksa. Karena merasa tidak enak bila tidur dalam perjalanan sedangkan teman istri saya menyetir mobil, jadilah kami ngobrol sambil melawan kantuk. Tahukan rasanya melawan kantuk? Namun, yah begitulah. Tidak ada salahnya berbuat baik. Di akhir hari itu, saya ngomong ke istri besok-besok kita naik travel saja biar bisa tidur hehehe
Tiba di Bandung, kami langsung menuju ke universitas dimana sekitar empat - lima jam ke depan, istri dan koleganya akan menjadi narasumber pada sebuah diskusi. Saya? Tentu saja kesempatan jalan-jalan sendirian hahaha
Lokasi diskusinya adalah di salah satu perguruan tinggi ternama di kota Bandung. Ini kali pertama saya melihat isi dalam kampus terkenal ini. Bersih, rapih, teduh dan mahasiswa yang tersebar dimana-mana sambil membaca buku atau menikmati waktu bersama komputer jinjing mereka adalah kesan yang kudapat. Sambil berjalan menapaki tangga menuju bangunan demi bangunan, saya melihat betapa berbedanya dengan atmosfir tempat saya kuliah dulu hahaha. Disini, sepertinya mahasiswa bebas berekspresi. Selama saya kuliah (itu benar-benar lama lho, sampai tujuh tahun!) tidak sekalipun saya pernah lihat mahasiswa di kampus saya yang duduk bergerombol di bawah pepohonan atau lantai kampus sembari diskusi serius sambil memegang buku kuliah atau catatan. Mungkin persaingan yang membuat budaya belajar di kampus ini jadi hal yang disukai mahasiswa.
| Kegiatan mahasiswa |
Saya lalu mencari gerbang keluar kampus karena hendak berjalan kaki di kota mencoba mencicipi makanan-makanan kecil yang terkenal di Bandung.
Trotoar pun tersedia dan steril bagi pejalan kaki. Yah, tentu saja di beberapa tempat seperti perempatan atau lokasi yang dekat dengan outlet pakaian, ada beberapa gerobak camilan khas Bandung dijual tapi dibandingkan dengan Jakarta? Wah jalan kaki di Bandung jauh lebih menyenangkan hahaha.
Kreatif. Itu kata yang muncul di kepalaku ketika melihat jembatan penyeberangan dengan tangga memutar.
Meskipun cuaca cukup panas, namun ada satu hal yang membuatku senang. Perasaan "sendirian" di tempat baru dan terasing selalu memberi perasaan senang. Untuk berpikir bahwa aku akan melihat hal baru, selalu menggairahkanku.
Setelah membeli air minum mineral kemasan, perjalanan kulanjutkan. Tidak ada tujuan. Tidak ada bertanya, hanya mengandalkan papan hijau yang biasanya menjadi penunjuk arah jalan.
Acara menyasarkan ini lalu membawaku menyusuri jalan yang ternyata berujung pada salah satu tempa terkenal yaitu Museum Geologi. Disini, kuputuskan untuk masuk dan melihat-lihat isinya.
Beberapa siswa sekolah dasar tampak bersemangat untuk masuk ke dalam museum. Ramai sekali dan menggelikan tingkah mereka. Ada yang sibuk mengatur teman-temannya. Ada pula yang sibuk ngobrol dan sudah tidak sabar ingin masuk ke dalam museum.
Di dalam, yang paling menarik mataku adalah berbagai macam rangka manusia dan hewan. Seperti di Museum Zoologi di Bogor dimana kerangka ikan paus dipajang. Keponakan saya yang sangat menyukai hewan-hewan berukuran masif, pasti akan girang dan menjadi cerewet bila melihat hal seperti ini, pikir saya saat itu.
| Beberapa siswa SMP mengamati kerangka Tyrannosarus |
| Seorang bapak menjawab rentetan pertanyaan dari anak kecil :) |
| Bisa jadi ide membuat "helm" motor :) |
Tidak berapa lama, setelah menikmati es buah di depan museum, jalan-jalan kaki saya teruskan melewati beberapa tempat menarik seperti taman kota, dan oh iya, warung yoghurt Cisangkuy yang sangat terkenal di komunitas lari IndoRunners, khususnya yang berdomisili di Bandung.
Oh iya, saya ingat. Tadi ketika berada di dekat taman kota, saya melihat ada tempat persewaan sepeda. Sempat tergoda untuk mencoba naik sepeda, tapi saya yakin pasti saya akan berkeringat lebih banyak karena mengayuh dan memikirkan takut repot bila misalnya melihat hal yang menarik namun tidak bisa dijangkau sepeda, saya putuskan untuk berjalan kaki saja :)
Saya lalu melewati taman kota yang juga banyak dijadikan lokasi jual beli barang bekas. Banyak juga pengunjungnya.
Jalan kaki sudah mulai masuk dua jam. Entah sudah berapa kilometer namun kaki saya belum terasa pegal dan capek. Yah, mungkin karena sudah terbiasa berlari jauh ya? *edan sombong pun
Kegiatan menyasarkan diri saya pun berlanjut hingga melewati stadiun tempat beberapa orang terlihat sedang berolahraga. Berlari keliling track. Dan disitu pun saya melihat warung siomay yang cukup ramai. Dan waktu makan siang sudah masuk, mampir adalah pilihan yang pas.
| Enak dan murah tidak lagi hanya ilusi |
Melihat jam tangan, saya perkirakan sekitar 1 jam lagi, istri saya akan menyelesaikan kegiatannya. Bertanya arah pulang tanpa harus kembali menyusuri jalan tadi adalah solusi cepat hehehe.
Tidak lama, saya pun tiba di kampus rimbun itu. Setelah sholat dhuhur di masjid yang lagi-lagi ramai oleh mahasiswa dan berbagai aktivitasnya, saya lalu mencoba beberapa makanan kecil atau camilan yang dijual oleh anak muda Bandung.
Setelah bertemu istri, disini saya baru merasa capek hahaha. Mungkin bila diukur, perjalanan saya hampir lima jam tadi hampir 20 kilometer hehehe.
Berjalan kaki sebenarnya bukan pilihan utama bagi mereka yang ingin menikmati jalan-jalan dalam waktu singkat karena sedikit tempat yang kemungkinan akan ditemui. Namun, jalan-jalan bukan hanya berapa banyak tempat yang sudah kita datangi, setidaknya itu bagi saya. Namun seberapa banyak yang sudah kita rasakan dan tidak hanya menjadi ajang lomba sudah atau belum.
"oh saya sudah lihat ini lho! Biasa aja ah!" atau
"oh itu? Ih belum pernah nih :("
Cobalah sesekali menikmati jalan-jalan dengan benar-benar berjalan (kaki!) hehehe
ps: bahkan di lokasi sehari-harimu, yang mungkin selalu dilewati dengan berkedara, coba lakukan dengan berjalan kaki dan buka mata lebih luas, niscaya akan melihat yang berbeda :)
ps: bahkan di lokasi sehari-harimu, yang mungkin selalu dilewati dengan berkedara, coba lakukan dengan berjalan kaki dan buka mata lebih luas, niscaya akan melihat yang berbeda :)
No comments:
Post a Comment