Sunday, May 18, 2014

Lari Trail di Wonosari (2)

Tiba di Pos 1.

Disini disediakan minuman dan buah-buah. Menurut panitia, peserta terdepan berselang 30 menit dari saya. Saya seperti mendapatkan energi baru untuk kembali melesat hahaha. Oh iya saya sudah tidak lagi memotret sepanjan jalur ini. Fokus saya hanya berlari segera tiba di garis finish. Panasnya sungguh sangat tidak manusiawi *lebay

Jalur berikutnya ternyata lebih menyenangkan. Rimbun oleh pepohonan. Kebun warga dan tanjakan tajam merayap sudah tidak ada! hahaha

Saya mulai agak bisa berlari sedikit lebih cepat dan bersemangat. Terabas dan terabas.

Kira-kira 30 menit, saya tiba di pos 2. Pos terakhir. Saya mengisi botol air minum dan membawa beberapa potong buah untuk di jalan.

Penyiksaan jenis baru segera dimulai. 

Pemandangan dari puncak bukit

Jalan setapak curam menurun menghadang. Saya senang sekali dan berjingkat-jingkat turun bersemangat. Pemandangannya indah dari ketinggian. Saya berteriak-teriak kegirangan. Panas menyengat seperti sudah terlupakan.

Lari Trail di Wonosari (1)

Bermula dari obrolan ringan di media sosial dengan salah satu kawan saya di Jogjakarta tentang rencana liburan ke kota nya, dia lalu berakhir dengan mengajak untuk ikut kegiatan Hash bersama teman-temannya dari komunitas lari IndoRunners Jogjakarta. Sudah lama saya mendengar tentang kegiatan ini dari teman-teman saya di Semarang namun belum pernah sekalipun saya berkesempatan ikut. Tentu saja kali ini ajakan tersebut saya iyakan seketika meskipun sebenarnya saya agak khawatir dengan kemampuan lari trail saya semenjak pindah ke ibukota hahaha. Namun, bodo amat. Saya sudah kangen disiksa di gunung hutan!

Minggu, 20 April.

Siang pukul 11 saya tiba di lokasi berkumpul. Masih sepi. Setelah berkenalan dengan salah satu anggota komunitas IndoRunners Jogja, Luthfi, tidak lama kemudian beberapa orang mulai berdatangan. Beberapa orang ada yang khusus datang dari luar kota hanya untuk mengikuti acara ini. Acara yang digagas oleh salah satu komunitas hash terbesar di Jogjakarta ini memang dilaksanakan secara rutin dan sudah memiliki basis komunitas yang besar. Dan kegiatan hash ini memang sudah memiliki jejaring di hampir seluruh daerah di Indonesia. 

Seperti biasa, kami, sebagai penggemar kegiatan lari dan foto-foto, memulai acara dengan berfoto bersama-sama. Sekitar pukul 12.10 lari dimulai. Saat itu saya berpikir, gila aja acara lelarian dimulai siang tengah hari begini. Wonosari pula! Kulit saya terasa nyeri. Saya tidak peduli dengan kulit menghitam, saya hanya peduli sama otak saya yang bisa jadi mendidih karena panasnya! hahaha

Mari lari!

Jalurnya dimulai dengan melewati pematang sawah. Disini, kami masih berlari bergerombol. Selain karena jalannya sempit, juga karena semua masih segar. Masih terdengar canda tawa saling mencela satu sama lain. Beberapa memang sudah melesat jauh kedepan. Mereka ini yang datang jauh-jauh dari luar kota. Kami sih mencari senang-senangnya saja hehehe *ngeles padahal emang siput :D

Cerah ceria! Belum tahu jalur penyiksa di depannya :D

Monday, May 5, 2014

Menuris di Nusa Kambangan

Kali ini, saya menyambangi Nusa Kambangan (kadang dikenal sebagai Pulau Nusakambangan) untuk ketiga kalinya. Yang pertama ketika bersama dengan kolega kantor (lebih tepatnya bos saya hihihi) mengisi waktu setelah bekerja seharian. Itu pun juga hanya naik perahu wisata dari Pantai Teluk Penyu lalu mendarat di sisi timur Nusa Kambangan, ngeteh di gerbang masuk pulau sampai petang lalu kembali ke Pantai Teluk Penyu hahaha. Kurang kerjaan banget ya? 

Kali kedua ketika sedang menemani kolega (lagi-lagi karena pekerjaan!) dari Ibukota yang ingin menulis tentang profil pekerjaan kami saat itu. Namun, saat itu, saya sempatkan untuk berjalan mengikuti jalan menuju ke Pantai Karang Bolong dan menikmati pantai serta foto-foto. Tidak lebih jauh sebenarnya namun cukuplah menghibur kami hahaha. Ada kok ceritanya sedikit disini

Nah, kali ketiga ini, sudah lumayan menarik :) 

Sebenarnya karena pekerjaan juga sih ke Cilacapnya. Tapi, waktu untuk menikmati wisata sedikit lebih banyak jadi cukup lumayan waktu yang saya gunakan untuk melihat Nusa Kambangan lebih banyak dari sebelumnya. 

Jalan setapak menyisiri tebing, tertutup dedaunan. Lengah sedikit saja,
bisa tersapu turun ke Samudera Indonesia!

Pengunjung tampak menikmati suasana di tepi pantai :)