Monday, April 14, 2014

Jalan-jalan (kaki) di Singapura - 2

Hari kedua.

Pagi ini, tentu saja saya "harus" pergi melihat Patung Merlion, Singapore Flyer dan beberapa obyek wisata standar lainnya. Meskipun sejujurnya, saya tidak mendapatkan kesan mendalam dari obyek wisata yang dimaksud. Saya lebih tertarik untuk merasakan berjalan-jalan dengan MRT atau melihat keseharian orang-orang disini. Sebenarnya, saya sudah punya rencana. Ingin mencoba lelarian di seputaran Singapore River, seperti yang ada di peta wisata di kamar hotel saya. Namun, pagi itu, saya berangkat menuju ke lokasi lelarian tidak dengan berpakaian olahraga saya biasanya jadi segera ketika saya tiba di kawasan Merlion Park, dan melihat ada beberapa orang sedang berlari pagi, saat itu juga saya urungkan niat untuk berjalan-jalan dan berwisata selayaknya turis hahaha. Saya langsung pulang kembali ke hotel dan bersiap-siap untuk lari di sore harinya. 

Hal ini mungkin akan sulit kulakukan di tempat saya tinggal di Indonesia. Kenapa? karena kondisi transportasi umum membuat sebagian besar orang malas untuk bepergian. Membayangkan bila saya adalah turis, tinggal di sekitar Bintaro lalu pagi hari jalan-jalan ke kawasan Monas lalu kembali lagi saat itu ke Bintaro dan kembali lagi ke Monas, membayangkannya saja saya sudah capek dan malas hahaha. 

Jalanan yang aman untuk parkir sepeda

Disini, tidak terbersitpun pikiran capek dan jauh. Karena semua bisa ditempuh dalam hitungan menit dan cepat. Meskipun harus berganti stasiun dan kereta, tidak terasa melelahkan. Stasiun MRT yang sejuk, informasi yang jelas, frekuensi datangnya MRT yang sangat cepat membuat semuanya terasa mudah. 

Jalan-jalan (kaki) di Singapura - 1

Minggu, 30 Maret 2014, pukul 19.00

"Coba cek tiketnyaa. Iseng-iseng ajaa. Siapa tahu dapat murahh" Ujar istri saya.
"Hihihihi" saya hanya cekikikan sembari membuka laman salah satu maskapai penerbangan yang melayani jalur menuju Singapura hampir 10 kali penerbangan dalam sehari. Setelah memasukkan jadual yang rencananya besok pagi buta, klak klik sana sini, ternyata harga tiketnya setengah dari harga tiket menuju ke kampung saya di Sulawesi hahaha. Tentu saja, kami langsung membeli satu tiket baru untuk saya :) Dan segera kami berkemas-kemas untuk perjalanan lima hari di Singapura. 

Sesungguhnya, saya tidak ada rencana untuk ikut ke Singapura menemani istri yang sedang ada kegiatan dari kantornya. Saya malah berencana untuk mengisi lima hari ke depan selama ditinggalkan, untuk berangkat ke Jogja berburu foto dan cerita sekaligus menjajal jalur trail running di kawasan Gunung Purba, Nglanggeran. Namun, dari hasil iseng-iseng tadi, akhirnya saya ikut juga bepergian. Lumayan, mengisi paspor baru saya hahaha

Senin, 31 Maret 2014. 

Setelah berangkat sekitar pukul lima pagi dari rumah menuju bandara, kami tiba di bandara Soekarno-Hatta sekitar 1,5 jam sebelum jadual keberangkatan. Proses registrasi ulang dan melewati petugas imigrasi tidak memakan waktu lama. Pertanyaan di bagian imigrasi pun menurut saya hanya sekedar formalitas. "dalam rangka apa ke singapura? sendiri atau banyak orang?" terima kasih. tap tap dan stempel imigrasi pun mendarat di halaman paspor saya. 

Kami lalu berjalan-jalan melewati gerai yang menawarkan berbagai macam barang atau sekedar tempat istirahat dengan bermacam-macam fasilitas. Tentunya bila pengunjung memiliki kartu keanggotaan atau beberapa jenis kartu kredit :). Sepi. 

Sepi

Pecahan uang yang sudah tidak laku!
Salah satu hal yang menarik perhatianku adalah kotak sumbangan untuk beberapa organisasi pemerhati isu sosial. Sembari menunggu istri yang ke toilet, saya berdiri di dekat kotak tersebut. Dan, mengejutkan sekali. Uang yang terdapat didalamnya adalah jenis yang sudah tidak berlaku! Entah kenapa uang yang sudah tidak dapat digunakan lagi itu berakhir disana namun yang pasti tidak bisa digunakan lagi. Ada pecahan seratus rupiah, limaratus dan seribu rupiah. Siapa yang tega menyumbang uang tidak berlaku? Hmm atau mungkin kotak itu sudah terlalu lama disana hingga terlupakan sejak uang tersebut masuk berlaku sampai sekarang sudah tidak dapat digunakan? 

Di dalam pesawat, saya mengeluarkan buku dan siap menghabiskan waktu sekitar dua jam perjalanan untuk kemudian berada di negara lain. 

Wednesday, April 9, 2014

LibuRun Singapore - Singapore River

Yang kedua adalah, tentu saja, kawasan Merlion Park dan Singapore River

Singapore River

Ini jalur jogging ringan sembari berwisata. Melewati Patung Merlion si Singa LautMarina Bay Sands, dan Singapore Flyer, jogging disini bisa bikin kacau pace biasanya. Banyak berhenti untuk mengambil foto, meminta orang buat difotoin dan tentu saja, cuci mata lihat cewek-cewek yang juga lelarian#eh. Jalur joggingnya sekitar 8K. Bagian yang paling saya suka adalah jalur memutar yang berada di atap Marina Barrage. Sungguh tempat beristirahat yang menyenangkan. Sembari melihat orang-orang bermain layang-layang, kita disuguhi pemandangan sekitar Sungai Singapura. 

Dari tempat saya menginap, saya naik MRT dari Orchard menuju Raffles Places. Dari sini perjalanan saya lanjutkan dengan berjalan kaki melewati kawasan perkantoran dan hotel menuju Patung Merlion. Sungguh, rasanya agak kikuk ketika kebanyakan orang berpakaian rapih lalu lalang dan saya berjalan dengan celana dan kaos olahraga saya hahaha. Oh iya, saya kali ini memakai kaos olahraga dari komunitas lari saya :) 

Di sekitar patung Merlion, seperti sudah saya tebak, banyak pelancong yang sedang menikmati suasana sore sembari mengambil gambar simbol negara ini dari berbagai sudut. Ada dua-tiga orang juga sih yang lagi jogging tapi tidak begitu banyak. Saya melirik jam di pergelangan, masih pukul 16.00, kebanyakan orang masih di tempat kerjanya masing-masing. 


Halo Singa!
Disini, saya lalu bersiap-siap dengan peregangan terlebih dahulu. Ada perasaan agak kikuk muncul karena merasa satu-satunya orang yang beraktifitas berbeda disana, diantara para turis-turis berbagai negara. 

Monday, April 7, 2014

LibuRun Singapura - South Ridges Trail

Mendengar kata Singapura, yang pertama terbersit di kepala kebanyakan orang pasti wisata belanja, Patung Merlion, Universal Studios, atau Orchard Road. Khusus orang Indonesia kebanyakan, Lucky Plaza pasti masuk daftar hihihi. Baiklah, bila baru pertama kali mengunjungi negara ramah pejalan kaki ini, bolehlah memenuhi daftar lihat atau menghabiskan foto selfie sepanjang jalan Orchard (dengan latar belakang papan nama Orchard Rd tentunya) atau berpose menampung air mancur Patung Merlion. Namun, bila ingin menikmati Singapura dengan cara yang berbeda, apalagi penggemar olahraga lari, jangan pernah melewatkan acara jogging di berbagai macam jalur lari di kota yang jalur transportasinya disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. 

Dari mencari tahu di internet, saya menjadikan tautan ini sebagai pedoman untuk jadual lelarian saya selama disini. Bukan jadual lomba lari, karena sudah banyak acara lomba lari tingkat dunia yang diselenggarakan di negara yang disebut mantan presiden BJ Habibie sebagai "si titik-merah-kecil" seperti Sundown Marathon atau Standard Chartered Marathon sampai yang tingkat ultra yang menempuh jarak lebih dari 50K (ini ada daftarnya). Bahkan negara dengan seluas Jakarta Selatan aja ini pun memiliki beberapa orang Ultra Marathoners, sebutan bagi penggiat lari diatas 50K. 

Lima hari disini, saya menyempatkan diri mencoba dua jalur lari yang, dari membaca tautan tadi, menurut saya paling menarik. 

Yang pertama adalah lari trail. 

South Ridges Trail.

Membaca namanya pertama kali, langsung saya putuskan harus saya coba. Kapan lagi bisa menjajal jalur trail di negara lain? Singapura pula. Tidak pernah terbayangkan ada jalur trail seperti di tempat saya *nada merendahkan hihihi*

Setelah mempelajari jalur transportasinya, pagi itu, sekitar pukul 08.00 saya keluar dari hotel tempat saya menginap. Menggunakan MRT dari Orchard, saya menuju ke St Dhobby Ghaut dan berganti menuju Habour Front. Disini, di bagian belakang St adalah pintu masuk Marang Trail yang akan menghubungkan jalur panjang berikutnya. 

Awal Trail