 |
| Gunung Ungaran |
Udara terasa sangat dingin malam ini. Suara gemericik air sungai
terdengar beraturan. Angin menderu perlahan menggoyangkan alang-alang tempatku
berbaring. Rerumputan basah oleh embun. Bergelung dalam kantung tidur yang kuhamparkan
diatas rumput, kurasakan senyumku mengembang. Perasaan senang dan bahagia yang
tulus karena perselingkuhan dengan gunung dan hutan.
Akhir pekan telah tiba! Bagi
pekerja yang melewatkan kehidupan tiap minggu mereka dengan rutinitas tempat
kerja, akhir pekan adalah surga yang selalu dinanti. Seperti hidup itu hanya
untuk menunggu akhir pekan berikutnya. Dan kali ini, saya akan mengisi akhir
pekan dengan mendaki gunung!
Menggunakan bis umum, perjalanan
menuju Gunung Ungaran ditempuh sekitar satu jam dari Kota Semarang. Pemandangan
khas kawasan daerah tinggi mulai tampak begitu masuk di kawasan wisata terpadu
Bandungan. Jalan berkelok, angin sejuk dan tentu saja beragam jenis penginapan
di kiri kanan jalan. Oh iya saya membayar sekitar Rp 7000an untuk ongkosnya.
Turun di Pasar Jimbaran,
perjalanan lalu dilanjutkan menggunakan ojek sekitar 20 menit melalui desa dan
jalan menanjak menuju Mawar, sebutan masyarakat setempat untuk Posko pendakian.
Kondisi jalan bagus, sudah di beton. Di jalan saya melihat ada tempat wisata
Umbul sidomukti yang terkenal dengan kolam renang alami empat tingkatnya dan
banyak kegiatan outdoor lainnya
seperti flying fox, trekking dan rapelling.
Setelah melapor di pos pendakian
dan membayar biaya sebesar Rp 2.000/orang, saya mulai berjalan menyusuri jalur menanjak
pendakian. Sekitar 20 menit kemudian, saya tiba di sebuah aliran sungai kecil
dan memutuskan untuk beristirahat, membasuh wajah dan sekedar duduk menikmati
udara sejuk di bawah rindangnya pepohonan. Tidak lama kemudian, perjalanan
dihiasi oleh naik turun bukit dan hutan. Tampak di ketinggian seekor burung
terbang rendah. Terlihat seperti burung elang sih J