Wednesday, March 18, 2015

menanti lomba lari gunung pertama :)

Akhirnya, saya punya kesempatan juga untuk ikut di lomba lari gunung. Sebenar-benarnya gunung. Bukan sekedar trail running di perbukitan atau jalan setapak.

Ini akan menjadi lomba lari gunung pertama saya hohoho

Tapi, rasa khawatir timbul mengingat gunung ini cukup sulit untuk didaki apalagi dibuat lari. Dan fakta bahwa selama 7 bulan terakhir saya tidak pernah mendaki atau lari di gunung membuat tidak yakin dengan kemampuan untuk finish sebelum tenggat waktu.

Semoga adrenalin dan atmosfir lomba bisa membantu haha

Lomba lari gunung pertama :)


20K PhilHealth Run Cebu City

Seperti biasa, lomba lari di negara 7 ribu pulau ini membutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat. Untuk lomba lari marathon jalan raya bukan gunung hutan, startnya paling tidak pukul 3 pagi. Berarti bangun pukul 1 pagi, bersiap2 30 menit dan jam berkumpul di area mulai pukul 2. Butuh tekad yang kuat kan? Ada lagi yang startnya jam 12 malam hahaha. 

Kali ini, saya ikut lomba 20K yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan asuransi kesehatan Filipina. Start pukul 04.30 pagi. Subuhan saya? sekitar 04.15 di sekitar garis start, tepatnya di teras salah satu gedung haha. Biasanya saya lari dengan celana pendek, sekarang, selama disini, membiasakan diri lari dengan compression legging, biar bisa subuhan :) 

Belajar dari pengalaman lomba-lomba sebelumnya, saya lalu mempelajari jalur yang dilewati kali ini. Karena berlari telanjang kaki, saya lalu mewaspadai jalur2 neraka. Sekitar 4K jalur neraka. Jalur neraka ada aspal yang kasar seperti jerawat batu, menyiksa kaki sedemikian rupa. Siasat lalu saya kerahkan. Berlari zigzag melewati teras-teras bangunan atau lompat sana sini seperti tupai. Sisanya cukup bisa dilewati dengan mudah :)

1 jam 49 menit catatan waktu saya kali ini. Tidak buruk, bahkan cukup mengagetkan mengingat 10 hari sebelumnya saya hanya lari 10K dua kali  dan dengan catatan waktu buruk haha, maksudnya tidak seperti biasanya. Mungkin karena adrenaline dan tidak sedang sakit perut seperti ketika terakhir saya ikut marathon sembari menahan sakit diare.