| Membelah diri? |
Dari suatu desa kecil di kabupaten Bima, kami, istri dan saya, menghabiskan suatu sore bermain bersama dengan sekelompok anak-anak kecil di tepi pantai. Saya lalu bergabung dengan anak laki-laki yang sedang asyik bermain bola. Lalu istri saya memilih bermain dengan anak perempuan yang malu-malu. Istri saya lalu mengambil beberapa gambar dari mereka yang lalu tertawa-tawa melihat wajah mereka di layar kamera. Bahkan, ada yang tertawa cekikikan serta kebingungan melihat wajahnya yang berubah bentuk, ketika istri saya memotret mereka dengan fitur fish eye hahaha.
Dari semua cerita sore itu, yang paling membekas di kepalaku adalah bagaimana reaksi anak-anak perempuan dan laki-laki ketika saya meminta mereka untuk berkumpul menjadi satu agar gambar mereka semua bisa kuabadikan dalam satu bingkai. Ternyata, anak-anak laki-laki menolak dan anak-anak perempuan pun enggan.
Kemudian akhirnya mereka bisa kujadikan satu dalam satu bingkai, pun, tetap dalam posisi dengan ada jarak diantara mereka.