Sunday, March 2, 2014

Kebun Raya Bogor

Budayakan membaca 
Berjalan kaki dari Stasiun Kereta Bogor menuju Kebun Raya Bogor sebenarnya cukup nyaman. Trotoar untuk pejalan tersedia dan cukup lebar untuk dilewati. Pohon rindang pun cukup mampu menyejukkan panas. Saya selalu suka berjalan kaki, tentunya bila tidak sedang tergesa-gesa. Banyak yang bisa kita lihat dan selalu lebih mudah untuk memenuhi rasa keingintahuan kita akan hal-hal yang kita lihat, entah itu tulisan menarik atau aktivitas orang. Seperti bapak tua yang sedang membaca kota ini :) atau penjual tales yang sedang tertidur dalam posisi duduk. 

Tertidur menunggu pembeli

Cerita dari Bogor (Tales from Bogor)



Untuk istri

Pohon dipaku.
Saya pernah membaca ajakan di internet tentang jangan memilih calon legislatif yang memaku pohon untuk memasang alat kampanyenya, karena menunjukkan ketidak pedulian terhadap alam. Pertanyaan saya lalu, bagaimana dengan pepohonan di Kebun Raya Bogor? Masih banyak dari ribuan pohon disana yang penamaannya juga dipake ke pohon tersebut? Apakah lalu dikemudian hari akan muncul ajakan Jangan Berkunjung ke Kebun Raya? Sebenarnya memaku pohon itu masalah atau tidak? Karena saya yakin pengelola Kebun Raya Bogor adalah ahli-ahli tanaman, kan?

Istana Bogor. Tidak terjangkau rakyat jelata.

Jangan ganggu tidurku!

mari sini berdansa denganku!

Sejuk

Keatas

Tulang ikan

Jauh

Taman

Jalan santai

Hiburanku: ngeliatin orang pacaran

Ayo duduk disini?

Hijau

Lorong pohon

Dedaunan

Bercengkrama

Ssstt! Sedang diteliti!

Menulis. Menyendiri

Lalu mati.

No comments:

Post a Comment