Thursday, January 15, 2015

Kemah di Pantai

Siang ini, disela-sela waktu istirahat dari pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi untuk membuat konsep pelatihan untuk bulan depan, saya lalu mengajak ngobrol kawan-kawan lama saya di grup whatsapp. Kawan-kawan yang sudah saya kenal sejak 15 tahun yang lalu ketika masih duduk di bangku kuliah. Kawan-kawan yang bersama-sama menghabiskan masa sekitar lima tahun diantaranya dengan bepergian mendaki gunung-gunung di Pulau Jawa. Kini, sebagian besar mereka sudah berkeluarga dan sudah tidak lagi mendaki gunung :) 

Kawan-kawan saya ini, mungkin tidak seperti pertemanan pada umumnya, kami tidak saling bercerita tentang kehidupan pribadi masing-masing. Tentang keluarga misalnya. Hal-hal semacam itu tidak pernah dijadikan bahan obrolan baik seperti misalnya sahabat dengan sahabat saling curhat. Bukan karena tidak percaya namun jenis kedekatannya berbeda. Kami merasa lebih dekat karena hal-hal bodoh yang kami lakukan di masa lalu. Ketertarikan kami pun berbeda. Ada yang mendengarkan musik metal, dangdut dan pop. Ada yang suka baca buku. Ada yang hanya bekerja saja. Masa lalu yang membuat kami dekat. Nostalgia. Semua manusia menyukai nostalgia. 

Obrolan kami kali ini adalah merencanakan liburan berkemah bersama di Pulau Panjang. Kami punya hubungan sangat dekat dengan pulau ini. Bukan karena keindahannya juga tingkat kesulitan petualangannya namun, sejak tahun 2001 hingga 2005, setiap tahun kami selalu datang kesini. Bahkan beberapa dari kami, dengan kepentingan berbeda, hingga dua kali setahun datang ke pulau ini. 

Tuesday, January 13, 2015

Lari untuk Bersenang-senang. Itu Sudah.

Bukan kali pertama ini saya berlari dini hari, tapi tetap saja ketika melihat informasi lomba di situsnya (www.cebumarathon.com), saya tetap saja geleng-geleng membayangkan harus bangun paling tidak pukul 01.00 lalu siap-siap dan berkumpul pukul 02.00 dan mulai menyiksa diri pukul 03.00. Jam enak-enaknya tidur. Meskipun begitu, saya tetap saja mendaftarkan diri di Cebu Marathon 2015 ini. Lumayan, saya bisa bilang kalau sudah pernah ikut marathon di luar negeri huahaha

Karena termasuk orang yang tidak canggih dalam hal bayar membayar sesuatu melalui internet, saya kemudian meminjam kartu kredit seorang kawan untuk melakukan pembayaran. Karena hanya dua system pembayaran yang diterima yaitu melalui kartu kredit atau melalui pembelian voucher di tempat yang sudah di tentukan dan kemudian dari voucher itu kita akan mendapatkan kode yang (lagi-lagi) akan dimasukkan ketika mendaftar melalui internet hehehe. Pendaftaran marathon ini saya lakukan kira-kira 1.5 bulan sebelum hari H nya.

Pun, karena saya bukan pelari yang serius dengan segala macam keinginan untuk PB lah atau memperbaiki teknik berlari, saya tidak mengikuti segala adab latihan yang memerlukan kedisiplinan tingkat tinggi dalam menyongsong lomba marathon. Yang saya tahu dengan perhitungan logika otak (dan kecepatan lari) seadanya ini, batas waktu lomba lari 42K adalah tujuh jam. Berarti sekitar 420 menit. Biar tetap bisa masuk finish tanpa kena batas waktu, paling tidak saya harus disiplin lari 10 menit per kilometernya. Sederhana kan? Kalau mau agak santai ya 8 menit per kilometer jadi bisa diselingi jalan sebentar atau agak lamaan di pos minum hihihi. Begitulah saya menyebut lomba marathon. Saya cukup sadar dengan segala kemalasan saya berlatih, untuk tidak (atau belum?) tertarik menyiksa diri pengen 42K dibawah empat jam atau lima jam atau enam jam. Saya lebih menyukai lari-lari sambil lihat-lihat orang yang cepet-cepet atau lirik2 cewek-cewek cakep atau memperhatikan jenis-jenis sepatu lari yang beraneka ragam, atau jenis-jenis tulisan motivasi di beraneka ragam warga kaos lari dan lain sebagainya. Hehehe. Lalu foto-foto tentu saja.

Wednesday, January 7, 2015

Biru Malapascua

i just do not want to get out from the water
Dan, pada suatu siang, aku tak mau pulang. 

Tak perlu dipertanyakan lagi, saya lebih menyukai gunung hutan dibanding lautan biru dan segala keindahan bawah air nya. Tidak karena saya bukan perenang yang hebat namun karena saya lebih bisa bergerak bebas ketika berada di gunung, berlari, berkeringat mendaki dan berakhir dengan duduk kedinginan di depan perapian dan langit terang oleh jutaan bintang. 

Namun kebosanan membuat saya pergi menuntut untuk mendapatkan kesenangan ke Pulau Malaspascua. Sebuah pulau yang sudah terkenal seantero Cebu bila ingin melihat keindahan bawah laut. 

Menggunakan mobil sewa (kebetulan sedang ada tamu datang) dari kota tempat saya tinggal, perjalan an menyusuri kota-kota pantai membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga diujung utara pulau Cebu. Dari sini, tersedia kapal yang akan membawa para pelancong atau masyarakat setempat menuju pulau berukuran 2.5x1 kilometer ini. Biayanya 80 peso atau sekitar 22 ribu rupiah. Nah, yang perlu dicermati adalah, kadang dengan alasan air sedang surut atau alasan lain, kapal ini akan ngetem di jarak sekitar 250 meter dari pelabuhan, lalu kita akan diangkut oleh kapal kecil dengan biaya tambahan 20 peso atau sekitar 6000 rupiah. Padahal, kalau lihat kedalaman airnya, jarak 250 meter tersebut bisa dengan jalan kaki aja airnya cuma seleher hahaha. 

Bosan.

Jadi, sudah hampir tiga bulan saya menyandang status sebagai perantauan luar negara Indonesia. Jauh dari sanak saudara, secara fisik tentunya karena internet membuat semuanya seperti ada di depan mata, memakan makanan yang masih belum mendapat tempat khusus di hati dan merindukan dengan sangat mendaki gunung :))) 

Kota Bogo seperti Jepara, meskipun secara geografis tidak sebanding dengan luasnya wilayah Jepara, namun rasa-rasanya hampir serupa. Khas kota tepian laut yang panas dan berdebu, dominasi makanan dari hasil laut, meskipun disini produk dari babi menempati urutan nomer satu :D, dan serasa tinggal di kota mati selepas pukul 20.00 hahaha 

Selama tiga bulan disini, saya bisa mengambil kesimpulan. Saya merasa bosan. Ini hal yang menarik karena selama hidup hingga saat ini, saya selalu merasa menjadi orang yang sangat bisa beradaptasi dan menemukan hal-hal yang membuat saya bisa hidup dengan nyaman. Namun, tidak dengan tempat ini.