Siang ini, disela-sela waktu istirahat dari pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi untuk membuat konsep pelatihan untuk bulan depan, saya lalu mengajak ngobrol kawan-kawan lama saya di grup whatsapp. Kawan-kawan yang sudah saya kenal sejak 15 tahun yang lalu ketika masih duduk di bangku kuliah. Kawan-kawan yang bersama-sama menghabiskan masa sekitar lima tahun diantaranya dengan bepergian mendaki gunung-gunung di Pulau Jawa. Kini, sebagian besar mereka sudah berkeluarga dan sudah tidak lagi mendaki gunung :)
Kawan-kawan saya ini, mungkin tidak seperti pertemanan pada umumnya, kami tidak saling bercerita tentang kehidupan pribadi masing-masing. Tentang keluarga misalnya. Hal-hal semacam itu tidak pernah dijadikan bahan obrolan baik seperti misalnya sahabat dengan sahabat saling curhat. Bukan karena tidak percaya namun jenis kedekatannya berbeda. Kami merasa lebih dekat karena hal-hal bodoh yang kami lakukan di masa lalu. Ketertarikan kami pun berbeda. Ada yang mendengarkan musik metal, dangdut dan pop. Ada yang suka baca buku. Ada yang hanya bekerja saja. Masa lalu yang membuat kami dekat. Nostalgia. Semua manusia menyukai nostalgia.
Obrolan kami kali ini adalah merencanakan liburan berkemah bersama di Pulau Panjang. Kami punya hubungan sangat dekat dengan pulau ini. Bukan karena keindahannya juga tingkat kesulitan petualangannya namun, sejak tahun 2001 hingga 2005, setiap tahun kami selalu datang kesini. Bahkan beberapa dari kami, dengan kepentingan berbeda, hingga dua kali setahun datang ke pulau ini.
Pulau Panjang kami adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah utara Kabupaten Jepara, Propinsi Jawa Tengah. Sebagai mahasiswa Perikanan dan Ilmu Kelautan, pulau ini mmenjadi pulau tempat kami banyak melakukan sampling yang berkaitan dengan pembelajaran kami.
Saya masih ingat pertama kali ke pulau ini sekitar tahun 2000. Untuk sebuah mata kuliah yang membutuhkan mahasiswanya snorkling dan melakukan pengamatan serta mengambil contoh beberapa hewan laut seperti bulu babi dan teripang untuk dibedah dan dipelajari di laboratorium. Yang dikemudian hari, pelajaran yang saya dapat hanyalah kesenangan melakukan snorkling dan tahu bahwa bulu babi memiliki daging yang lezat serta teripang enak dijadikan krupuk hahaha
Sejak saat itu kami sering kesini entah hanya untuk menghabiskan akhir pekan dengan berkemah atau agenda tiap tahun kami, pelantikan anggota organisasi pencinta alam yang kami dirikan 14 tahun lalu.
Kami sangat paham pulau ini luar dalam, atas dan bawah air. semua sudah kami jelajahi. Satu hal yang belum kami lakukan adalah naik keatas mercusuar. Bapak penjaga tidak ramah, saat itu, pada pendatang dan lebih banyak anjingnya yang menerima tamu :D
Banyak hal-hal bodoh yang kami lakukan disini. Kenakalan-kenakalan ringan yang membuat kami selalu tertawa terbahak-bahak bila satu dari kami mengingatkan kembali cerita-cerita itu.
Tahun ini, kami rencanakan berkemah kembali kesini. Namun, kali ini, kami akan membawa serta keluarga kami. Istri dan anak-anak. Pastinya berkemahnya akan sedikit berbeda. Penuh perhitungan dan kenyamanan haha. Tidak serampangan seperti kami dulu. Datang bermodal pakaian di badan dan jas hujan sebagai alas tidur atau atap tidur bila hujan.
benarkah disana boleh kemah? mohon bantuanya kak
ReplyDeleteHalo. Iya disana boleh berkemah :)
Delete