Wednesday, January 7, 2015

Biru Malapascua

i just do not want to get out from the water
Dan, pada suatu siang, aku tak mau pulang. 

Tak perlu dipertanyakan lagi, saya lebih menyukai gunung hutan dibanding lautan biru dan segala keindahan bawah air nya. Tidak karena saya bukan perenang yang hebat namun karena saya lebih bisa bergerak bebas ketika berada di gunung, berlari, berkeringat mendaki dan berakhir dengan duduk kedinginan di depan perapian dan langit terang oleh jutaan bintang. 

Namun kebosanan membuat saya pergi menuntut untuk mendapatkan kesenangan ke Pulau Malaspascua. Sebuah pulau yang sudah terkenal seantero Cebu bila ingin melihat keindahan bawah laut. 

Menggunakan mobil sewa (kebetulan sedang ada tamu datang) dari kota tempat saya tinggal, perjalan an menyusuri kota-kota pantai membutuhkan waktu sekitar satu jam hingga diujung utara pulau Cebu. Dari sini, tersedia kapal yang akan membawa para pelancong atau masyarakat setempat menuju pulau berukuran 2.5x1 kilometer ini. Biayanya 80 peso atau sekitar 22 ribu rupiah. Nah, yang perlu dicermati adalah, kadang dengan alasan air sedang surut atau alasan lain, kapal ini akan ngetem di jarak sekitar 250 meter dari pelabuhan, lalu kita akan diangkut oleh kapal kecil dengan biaya tambahan 20 peso atau sekitar 6000 rupiah. Padahal, kalau lihat kedalaman airnya, jarak 250 meter tersebut bisa dengan jalan kaki aja airnya cuma seleher hahaha. 
Karena berangkat tanpa rencana, kami pun tak punya reservasi tempat atau tujuan. Kami hanya datang dengan niat, menemukan restoran atau warung, untuk makan pagi dan makan siang lalu menggunakan tempat itu untuk menaruh barang-barang kami selagi kami menikmati snorkling.

Seperti biasa, karena saya datang bersama tiga orang bule, jadilah kami sasaran kerubutan para warga setempat yang menawarkan tempat dan beragam jasa mulai dari kapal untuk pindah-pindah pulau hingga hotel resort. Kami lalu berjalan saja mengikuti firasat kami dimana sebaiknya kami berhenti hahaha. 

Lalu, kami memilih sebuah resort bagus yang memiliki restoran terbuka untuk pengunjung termasuk yang tidak menginap di resort tersebut. Setelah memesan sarapan, kami lalu mulai masuk ke dalam laut hahaha. dan, saya sekali lagi, karena sudah pernah melihat pulau cantik seperti Kepulauan Karimunjawa atau Phuket, melihat bawah air kali ini tidak terlalu mengesankan. Namun, sangat lebih dari cukup untuk menghibur hati yang luka. halah. 

Disini, saya tidak mengambil banyak gambar. Saya terlalu sibuk untuk snorkling dengan perlengkapan yang bisa disewa di berbagai tempat dengan biaya 100 peso (Rp 27 ribu) per hari sudah mendapatkan masker dan snorkel nya. Karena salah satu kolega saya membawa perlengkapan lengkap seperti masker snorkel dan kaki katak nya, saya lalu meminjam kaki katak nya hehehe 

Pukul 16.00 sore kami lalu berbegas pulang. 

   

No comments:

Post a Comment