Tuesday, January 13, 2015

Lari untuk Bersenang-senang. Itu Sudah.

Bukan kali pertama ini saya berlari dini hari, tapi tetap saja ketika melihat informasi lomba di situsnya (www.cebumarathon.com), saya tetap saja geleng-geleng membayangkan harus bangun paling tidak pukul 01.00 lalu siap-siap dan berkumpul pukul 02.00 dan mulai menyiksa diri pukul 03.00. Jam enak-enaknya tidur. Meskipun begitu, saya tetap saja mendaftarkan diri di Cebu Marathon 2015 ini. Lumayan, saya bisa bilang kalau sudah pernah ikut marathon di luar negeri huahaha

Karena termasuk orang yang tidak canggih dalam hal bayar membayar sesuatu melalui internet, saya kemudian meminjam kartu kredit seorang kawan untuk melakukan pembayaran. Karena hanya dua system pembayaran yang diterima yaitu melalui kartu kredit atau melalui pembelian voucher di tempat yang sudah di tentukan dan kemudian dari voucher itu kita akan mendapatkan kode yang (lagi-lagi) akan dimasukkan ketika mendaftar melalui internet hehehe. Pendaftaran marathon ini saya lakukan kira-kira 1.5 bulan sebelum hari H nya.

Pun, karena saya bukan pelari yang serius dengan segala macam keinginan untuk PB lah atau memperbaiki teknik berlari, saya tidak mengikuti segala adab latihan yang memerlukan kedisiplinan tingkat tinggi dalam menyongsong lomba marathon. Yang saya tahu dengan perhitungan logika otak (dan kecepatan lari) seadanya ini, batas waktu lomba lari 42K adalah tujuh jam. Berarti sekitar 420 menit. Biar tetap bisa masuk finish tanpa kena batas waktu, paling tidak saya harus disiplin lari 10 menit per kilometernya. Sederhana kan? Kalau mau agak santai ya 8 menit per kilometer jadi bisa diselingi jalan sebentar atau agak lamaan di pos minum hihihi. Begitulah saya menyebut lomba marathon. Saya cukup sadar dengan segala kemalasan saya berlatih, untuk tidak (atau belum?) tertarik menyiksa diri pengen 42K dibawah empat jam atau lima jam atau enam jam. Saya lebih menyukai lari-lari sambil lihat-lihat orang yang cepet-cepet atau lirik2 cewek-cewek cakep atau memperhatikan jenis-jenis sepatu lari yang beraneka ragam, atau jenis-jenis tulisan motivasi di beraneka ragam warga kaos lari dan lain sebagainya. Hehehe. Lalu foto-foto tentu saja.

Lalu, di Cebu Marathon ini, oh iya saya baru dua kali ini ikut marathon. Jadi yang bisa saya bandingkan ya hanya sama Jakarta Marathon 2013. Dan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan dong, saya mendapatkan banyak pelajaran dalam hal lelarian.

Cebu Marathon, saya merasa bosan dengan jalurnya karena jalur berangkat sama dengan jalur pulang (dikira angkot apa ya?) dan Jakarta Marathon nggak hehehe. Jadi bagi pelari turis seperti saya, kalau ikutan marathon itu saya anggap kesempatan berwisata dalam sehari. Melihat bermacam-macam sudut kota. Jadi kalau diulang lagi, agak malesin. Meskipun di Cebu Marathon, tiga jam pertama dimulai dengan gelap gulita jadi tiga jam berikutnya baru keliatan tuh jalur yang dilewatin. Tapi tetap aja isi kepala bisa ngukur yah baru nyampe sini hahaha

 Tapii pos minumnya banyakk. Kira-kira ada sekitar 20 pos minum hihihi. Ada air es dan Gatorade. Trus ada potongan pisang. Garem bisa di jumput-jumput asin-asin enak (iyalah masa kecut!) lalu ada baskom (eh apasih itu istilahnya ember gede ya?) berisi air es dan batu-batu nya beserta gayung biar bisa guyur badan. Lalu ember gede lagi berisi busa buat membasuh kedua telapak tangan eh maksudnya buat gosok2 badan atau kepala. Pokoknya tiap melewati pos air rasanya pengen lama-lama disitu atau kalau udah ngelewatin udah kebayang pengen tiba secepatnya di pos air. Oh iya banyak permen dan coklat juga hahaha.

Di beberapa titik ada hiburan, kayak pas Jakarta Marathon 2013. Ada tari-tarian (edan itu anak remaja jam 04.30 pagi joged-joged di dalam terowongan kayak Casablanca, datang kesitu jam berapa coba? Atau emang karang taruna setempat ya?), sexy dancer (bhuahaha!) dan tetabuhan ala reggae. Oh iya toiletnya dikit hahaha. Dan karena satu dan lain hal, koordinasi metabolism tubuh saya kalau pagi-pagi itu agak kurang bagus. Alhasil, selama enam jam lari ini, saya tiga kali berhenti buang hajat haha. Satu di toilet lomba, satunya di pom bensin dan terakhir di restoran cepat saji kakakaka.

Jalurnya melewati jalan-jalan utama kota Cebu, termasuk kota lama pelabuhan dimana terdapat benteng tua tempat terbunuhnya Ferdinand Magellan dalam Perang Mactan (kalau nggak salah ingat dikasih tahu temen, coba cari sendiri di internet  ya), termasuk melewati jalur jalan melingkar seperti Ring road di Jogjakarta tapi ini di tepi laut. Jangan khawatir, ini lomba mulai jam 3 pagi. Kawasan ini termasuk kilometer 13-32. Masih belum panass mataharinyaa meskipun pelari siput macam saya kakakaka. Tapi rasanya bosaaan banget pas lewat sini. Macam dulu Jakarta Marathon 2013 mulai kawasan deket Gatsu itu. Ujungnya keliatan deket tapi rasanya jauhh (kayak jomblo dan jodohnya..)

Ada beberapa bagian melewati tanjakan seperti kayak dari HI ke Dukuh Atas aja sih tanjakan2nya, cincai lah ya. Trus oh yang asik juga adalah jalur dari start sampai finish itu semuanya, beneran lho, semuanya steril dari segala macam kendaraan bermotor atau tidak bermotor. Selama tujuh jam. Dulu pas Jakarta Marathon 2013, saya ingat ketika masuk di kawasan Senayan, jalanan depan Hotel Mulia – Senayan City sudah penuh dengan segala macam kendaraan jadi larinya mlipir2 biar nggak kesenggol atau di klaksonin. Di Cebu Marathon ini, sampai pelari paling akhir pun masih di kosongin jalannya. Saya tahu banget itu karena saya termasuk yang masuk finish akhir-akhir hahahaha

Saya termasuk penikmat lari tanpa sepatu. Dulu sih pakai sepatu yang harga nggak lebih dari 600 ribu tapi lama-lama, entah karena pengetahuan tentang lelarian yang masih cetek, kaki suka sakit di tulang kering. Lalu iseng-iseng (bo’ong. Nggak iseng-iseng ding, tapi baca-baca di internet hehehe) lari nyekeran eh kok enak. Jadilah saya lari tanpa alas kaki selama di tanah air tercinta. Tapii…kebiasaan itu tak bisa di lakukan di Cebu. Kondisi jalanannya kayak rambut keriting pengen di rebonding biar lurus. Aspalnya kayak muka penuh jerawat batu. Ggrrhhhhh!! Lomba pertama disini yang saya ikutin 16K. Ya amplop itu telapak kaki bisa jadi kapalan kayak kuda. Belajar dari situ, saya lalu beli sandal lari buatan setempat. Dan, cuma betah dipakai sampai kilometer 25 hahaha. Habis itu nyeker lagi sampai finish. Tapi ampun dah tobat lari telanjang kaki disini. Rasanya pengen buka bisnis ekspor aspal Buton kesini. Tapi saya takjub dengan beberapa orang disini. Nyeker full 42K! Edian! Kakinya udah terlatih pastinya.

Ada kurang lebih 1100 peserta di kategori 42K dan 1300 peserta di kategori 21K. Lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke situsnya langsung. Kabarnya, setelah membaca koran ke esokan harinya, Cebu Marathon adalah salah satu dari hanya dua lomba marathon yang diakui oleh Badan Atletik Dunia (apasih namanya lupa) di Filipina. Satunya lagi Milo Marathon, yang sama di Indonesia, pesertanya sampai puluhan ribu pelari (dan pejalan hihihi)

Ketika finish, tentu saja, saya kram haha. Langsung dikubur dalam timbunan es batu oleh tim medis yag sangat tanggap pada peserta hura-hura seperti saya (tak boleh ditiru ya). Enak sekali rasanya badan pegel-pegel sakit lalu dikubur es.

Habis lari, dapat paketnya ada kaos penamat yang bahannya enak banget. Medali tentu saja dan botol minum ukuran 500ml. asyik. Lalu majalah olahraga dari sponsor dan beberapa produk sponsor lainnya. Oh iya kaos singlet larinya bisa dikasih nama kita juga hihihi. Caranya tapi ya gitu. Habis ngambil race pack (dibuka empat hari sebelum hari H), nanti belanja di mall, bisa produk atau makanan atau minuman seharga 500 peso atau sekitar 135 ribu. Trus nanti struk belanjanya dikasih ke panitia dan kita ngisi formulir buat nama yang tertera di kaos lari. Besok nya diambil. Meskipun pas lelarian saya pakai kaos kesayangan saya sendiri, tapi godaan punya kaos lari dengan nama sendiri sangat besar lalu jadilah saya mencari2 sesuatu yang berguna bisa saya pakai (atau kunyah) seharga 500 peso :D

Ada beberapa peserta dari Negara lain yang ikut seperti Amerika, Australia dan Indonesia hihihi tapi kayaknya semuanya nggak datang khusus demi marathon ini deh. Mungkin udah tinggal disini karena bekerja atau berkeluarga atau pas barengan acara festival tahunan Sinulog yang sangat meriah. Selama bulan Januari setiap tahun, kota Cebu pasti ramai turis yang datang ingin menyaksikan Festival Sinulog ini.     

 Secara umum, lagi-lagi bagi penikmat lari hura-hura seperti saya yang baru dua kali ini ikutan marathon, saya merasa nyaman lah dengan lomba ini. Terlepas dari faktor diri sendiri, sejak dari masa pendaftaran hingga pelulusan (apasih), panitia sigap menjawab pertanyaan, sosialisasi dimana-mana lalu kerjasamanya dengan departemen pemerintah khusus lalu lintas itu lho yang jagoan. Yang jaga persimpangan dan titik-titik rawan itu semuanya petugas pemerintah dan beberapa relawan! Yang murni diisi relawan dari panitia hanya di jalan2 yang nggak rame atau di puter balik atau di pos minum.  

Oh iya, di Filipina, olahraga lari sangat digemari. Lomba lari di akhir pekan tersedia sangat banyak pilihan. Mulai 3K-21K. Bahkan 42K sampai ultra marathon. Mau trail atau aspal. Triathlon sama aja banyaknya. Dan, Pebruari nanti, saya akan ikutan lagi 21K milik salah satu perusahaan asuransi kesehatan disini. Alasannya karena medali dan kaos penamatnya pakai Bahasa Tagalog hihihi keren kaann kalau bisa punya.  

Sejak membaca liputan tentang komunitas IndoRunners beberapa tahun silam di Koran Kompas, kalau nggak salah 2011, ketika sedang asyik minum kopi bangun siang-siang macam anak kos mau DO, entah kenapa lalu membuat saya pengen ikutan lari. Mulai dari mau muntah mata berair pandangan berkunang-kunang saking semangatnya awal-awal lari dulu sampai sekarang bisa ikutan 42K, meskipun nggak muntah-muntah tapi betis mau patah, saya menemukan kesenangan ketika berlari. 1K, 2K, 3K, 4K (video klip musik Raisa-LDR dibuat dalam format 4K lho ß apapula ini?) sampai ber KK Tangerang Selatan (halah ini lagi apa coba?), saya sudah menemukan kesenangan itu. Hanya itu yang saya cari. Rasa senang nya. Sehat? Entahlah. Pas finish yo badan seperti mau pruthul semua tapi rasa senangnya tak terkalahkan. Itu sudah.

hihihi 




No comments:

Post a Comment