Lari adalah olahraga yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak percaya? Saya pernah tahu teman lari yang lari keliling kamar kos nya yang berukuran 3x3 meter persegi karena hujan lebat saat itu. Ada lagi yang berlari mengelilingi garasi mobilnya atau keliling rumah nya naik turun lantai 1 dan 2. Semua karena mereka sudah menjadikan lari sebagai kebutuhan dan tidak ada alasan untuk tidak melakukannya ketika kita sedang benar-benar menginginkannya.
Di kota tempat tinggal saya sekarang, ada banyak jalur-jalur lari yang sudah saya coba. Misalnya menyusuri jalan aspal antar kota atau trail ringan di perbukitan sekitar pantai atau jalan menuju desa, disini disebut barangay, yang berujung di pantai. Saya beruntung bisa tinggal di kota kecil, bukan di kota besar seperti Manila yang melihat bintang di malam hari atau laut biru adalah hal yang sungguh sangat mahal harganya.
Dari semua rute-rute lari tersebut, saya bisa bilang ada tiga rute yang menyenangkan. Selain lari juga memiliki nilai tambah.
Rute Rumah - Pantai
Berjarak sekitar 5.3K, rute ini melewati jalan naik turun bukit ringan dengan kondisi jalur adalah trail tanah dan bebatuan kecil. Jalur ini seperti mengingatkan saya akan Gunung Kidul. Tanah keras, tandus dan penuh dengan tanaman kering. Setelah melewati beberapa kali tanjakan yang cukup menguras tenaga, kita akan tiba di puncak perbukitan yang cukup terbuka dan ketika melihat pantai, perasaan tertentu akan menambah semangat dan senyum di wajah dan berlari pun makin bersemangat. Lalu, ketika tiba di garis pantai, rasanya seperti..bukan seperti..tapi bahagia. Kalau sedang bersama kawan se rumah, oh iya disini saya tinggal bersama dua orang warga negara Perancis sebagai teman sekantor, kami biasa lelarian lalu di pantai lanjut berenang dan pulangnya jalan kaki dengan kaos basah dan kering setibanya di rumah haha.
 |
| Informasi tentang jalur |
Tak banyak kendaraan yang lewat, sesekali hanya sepeda motor yang membawa hasil kebun atau terkadang ada sapi sedang merumput di sisi jalur.
 |
| naik turun bukit sambil senyum-senyum :) |
Rute trail belakang rumah
Rute ini sebenarnya salah satu rute favorit saya dari segi track dan latihan kecepatan. Sayangnya, pengalaman dua kali di kejar beberapa ekor anjing sungguh sangat membekas di hati haha. rute sekitar 7.75 kilometer ini sungguh enak untuk dibuat lari. Beneran lari tanpa ada embel2 jalan kaki merayap2 atau berhati2 melewati tepian sawah atau sungai. Rute ini bener-bener naik turun bukit yang tidak terlalu vertikal.
 |
| Jalur lari trail yang bisa ngebut :) |
dan terakhir adalah Rute rumah - barangay Odlot
Rute ini favorit karena rute nya jalan raya yang tidak begitu ramai kendaraan. Jalan kabupaten menuju salah satu desa di ujung pulau. Kondisi aspalnya bagus, jadi tidak menyulitkan pelari barefoot seperti saya. Berliku-liku dan menanjak cukup menguras tenaga dan nafas. melewati hutan-hutan pepohonan rindang dan sekali lagi, berujung di tepi pantai :)
 |
| menanjak dan turunan. |
Tantangannya hanyalah kalau sudah tiba di pantai, biasanya rasanya sudah enak. Sudah nyaman. Untuk kembali pulang berlari suka malas hahaha. Jadi kalau lari kesini, harus memastikan mental siap untuk half marathon :D
 |
| Add caption |
No comments:
Post a Comment