Wednesday, April 9, 2014

LibuRun Singapore - Singapore River

Yang kedua adalah, tentu saja, kawasan Merlion Park dan Singapore River

Singapore River

Ini jalur jogging ringan sembari berwisata. Melewati Patung Merlion si Singa LautMarina Bay Sands, dan Singapore Flyer, jogging disini bisa bikin kacau pace biasanya. Banyak berhenti untuk mengambil foto, meminta orang buat difotoin dan tentu saja, cuci mata lihat cewek-cewek yang juga lelarian#eh. Jalur joggingnya sekitar 8K. Bagian yang paling saya suka adalah jalur memutar yang berada di atap Marina Barrage. Sungguh tempat beristirahat yang menyenangkan. Sembari melihat orang-orang bermain layang-layang, kita disuguhi pemandangan sekitar Sungai Singapura. 

Dari tempat saya menginap, saya naik MRT dari Orchard menuju Raffles Places. Dari sini perjalanan saya lanjutkan dengan berjalan kaki melewati kawasan perkantoran dan hotel menuju Patung Merlion. Sungguh, rasanya agak kikuk ketika kebanyakan orang berpakaian rapih lalu lalang dan saya berjalan dengan celana dan kaos olahraga saya hahaha. Oh iya, saya kali ini memakai kaos olahraga dari komunitas lari saya :) 

Di sekitar patung Merlion, seperti sudah saya tebak, banyak pelancong yang sedang menikmati suasana sore sembari mengambil gambar simbol negara ini dari berbagai sudut. Ada dua-tiga orang juga sih yang lagi jogging tapi tidak begitu banyak. Saya melirik jam di pergelangan, masih pukul 16.00, kebanyakan orang masih di tempat kerjanya masing-masing. 


Halo Singa!
Disini, saya lalu bersiap-siap dengan peregangan terlebih dahulu. Ada perasaan agak kikuk muncul karena merasa satu-satunya orang yang beraktifitas berbeda disana, diantara para turis-turis berbagai negara. 


Entah karena perasaan senang karena berlari untuk pertama kalinya di luar negeri atau karena lelarian di kawasan wisata terkenal, saya punya perasaan senang yang berbeda dari biasanya. Cuaca yang cukup panas pun tidak saya hiraukan. Dan seperti saya tebak, saya tidak bisa fokus pada pace lari biasanya. Kepala saya sibuk clingak clinguk melihat suasanya di sekitar Taman ini dan tentu saja sembari melihat jalur lelarian saya. 

Melewati bangku-bangku taman yang penuh oleh orang-orang yang sedang bercengkrama dan mengetahui hanya saya yang sedang jogging sore itu, perasaan aneh sempat menyelimuti hihihi. Ah, mungkin hanya saya aja yang Indonesians banget padahal orang-orang juga cuek aja hahaha


Jalur bawah 

Jalur untuk kawasan pejalan kaki sangat jelas dan aman. Itu yang pertama kali terlintas di kepala saya. Bayangan garis putus-putus yang tertera di peta wisata, yang saya baca sebelum kesini, lambat laun mulai tampak nyata di depan saya. Keterangan yang jelas di peta tersebut dengan mudah bisa terlihat di situasi sebenarnya. 


Sirkuit Formula 1!

Saya terus berlari menyusuri sungai Singapura, melewati sirkuit balap mobil Formula 1, saya sempat tergoda untuk masuk ke lintasan hahaha tapi niat tersebut saya urungkan. Singapore sangat terkenal dengan denda nya. Di negara ini, saya sangat berhati-hati dan tidak bisa sembarangan. Bikin kacau (baca: inisiatif liar) sedikit, bisa kena denda mahal atau sebagai pendatang, bisa ditandai nih hahaha

Menikmati berlari (meskipun dalam cuaca panas) sepanjang sungai yang sepi dibawah pepohonan, pikiran saya melayang kemana-mana. Betapa teraturnya kota ini. Betapa sangat ramahnya kepada pejalan kaki (setelah berjalan kaki ke beberapa tempat sejak kemarin). Sebagai pencinta jalan kaki, saya sangat merindukan negara saya berlaku serupa. 

Saya juga mengingat kawan-kawan di Semarang. Mereka pasti senang berlarian disini. Bisa seru foto-foto :)

Foto pre wedding. Dari Indonesia lho! *sempat nguping pas lewat

Burung bebas tanpa gangguan

Di ujung rute sungai ini, saya masuk ke terowongan bawah tanah yang berujung di sisi seberang jalan raya. Melihat rute lanjutan sudah mulai masuk ke tepi jalan raya dan gedung-gedung, meskipun jalurnya pun aman dan nyaman, saya putuskan untuk kembali menyusuri rute sebelumnya dan berharap untuk dapat melanjutkan lelarian ke lokasi menarik lainnya. 


Sepi. Rasanya seperti akan dipalak hahaha

Kembali ke area Marina Bay Sands, rute berikutnya melewati jembatan yang menyeberangi sungai singapore. Jembatan yang unik karena berbentuk seperti akar-akar rotan yang bergelung-gelung. Seperti jembatan kayu di kalimantan. Namun, tentu saja di singapore dibuat dari besi baja hehehe.

Jembatan unik :)
Disini saya belok ke kiri karena dari dalam jembatan ini, saya melihat ke sebelah kiri atau bangunan unik yang dari kejauhan terlihat layang-layang sedang berterbangan dengan tingginya. Foto dari sana pasti bagus, pikirku. 


Lagi-lagi, jalur pemisah jelas antara kendaran bermotor dan pejalan kaki pun tampak. Bahkan tanda-tanda lain seperti hewan liar yang kadang-kadang muncul atau stasiun MRT/Bus terdekat. Sungguh tempat yang memudahkan siapapun untuk jalan-jalan menikmati kota ini. 

Makin mendekati bangunan tersebut, senyum saya makin mengembang. Jalan memutar menanjak menuju atap bangunan. Hampir pukul 5 sore dan makin banyak orang-orang terlihat berlari disini. Entah berlari santai maupun serius seperti sedang berlatih untuk mengikuti lomba. 


Pemandangan dari atap Marina Barrage
Dari atap Marina Barrage, saya bisa melihat pemandangan sekitar sungai. Lagi-lagi, saya tersenyum. Bangunan ini sebenarnya adalah bagian dari penampung air yang juga berfungsi sebagai pengontrol banjir namun mempunyai fungsi tambahan yaitu tempat wisata dengan atap hijaunya dimana masyarakat dapat datang piknik, bermain layangan atau sekedar menikmati hembusan angin. Sungguh, saya tidak habis pikir kenapa tidak banyak bangunan publik di negara saya yang dapat difungsikan seperti ini. 


Jalur jogging yang nyaman
Sudah hampir pukul 18.00. Saya putuskan untuk kembali. Mampir sejenak untuk membeli air minum (karena tidak menemukan kran air minum hehehe), saya mengikuti jalur memutar museum dinosaurus untuk kembali ke kawasan fullerton dan lanjut ke stasiun MRT terdekat di kawasan Raffles. 

Pengalaman berlari di negara lain membuat saya memikirkan Jakarta. Betapa terbatasnya pilihan rute jogging selain di kawasan Senayan atau pusat kebugaran. Paling nyaman mungkin di dalam kebun binatang Ragunan. Bahkan Hari Bebas Kendaraan bermotor pun kadang masih harus berjibaku dengan para pengguna sepeda. Seandainya trotoar untuk pejalan kaki dibangun dengan pondasi pemikiran bahwa setiap pejalan kaki memiliki hak yang sama dengan pengguna jalan lainnya, saya yakin bahwa Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia akan menjadi lebih menarik bagi siapapun.  


Nampang dikit napa? :D


No comments:

Post a Comment