Tiba di Pos 1.
Disini disediakan minuman dan buah-buah. Menurut panitia, peserta terdepan berselang 30 menit dari saya. Saya seperti mendapatkan energi baru untuk kembali melesat hahaha. Oh iya saya sudah tidak lagi memotret sepanjan jalur ini. Fokus saya hanya berlari segera tiba di garis finish. Panasnya sungguh sangat tidak manusiawi *lebay
Jalur berikutnya ternyata lebih menyenangkan. Rimbun oleh pepohonan. Kebun warga dan tanjakan tajam merayap sudah tidak ada! hahaha
Saya mulai agak bisa berlari sedikit lebih cepat dan bersemangat. Terabas dan terabas.
Kira-kira 30 menit, saya tiba di pos 2. Pos terakhir. Saya mengisi botol air minum dan membawa beberapa potong buah untuk di jalan.
Penyiksaan jenis baru segera dimulai.
| Pemandangan dari puncak bukit |
Jalan setapak curam menurun menghadang. Saya senang sekali dan berjingkat-jingkat turun bersemangat. Pemandangannya indah dari ketinggian. Saya berteriak-teriak kegirangan. Panas menyengat seperti sudah terlupakan.
| Kesesuaian warna antara kaos dan sepatu itu penting :D |
Beberapa peserta yang sudah sedari tadi melesat kemudian bisa saya susul. Mungkin karena spesialisasi saya di jalan menurun jadi bisa lebih cepat hahaha. Namun ini tidak bertahan lama. Setelah terpisah sekitar beberapa lama, saya tersusul karena jalur berikutnya adalah tanjakan panjang huahahaha. Setelah tersusul, saya pun terlewati dan ditinggalkan begitu saja bagai pesawat tempur#eh
| menyusul lalu melesat hahaha |
Begitu masuk ke hutan dan tanjakan curam, saya bertemu dengan salah satu peserta dari Jogjakarta. Seperti halnya saya, dia juga baru pertama kali mengikuti acara semacam ini. Kami lalu berkenalan dan karena sama-sama sudah lelah, kami putuskan untuk berlari atau berjalan bersama-sama sampai garis akhir. Sepanjang jalan kami banyak ngobrol dan menyumpahi tim pembuat jalur hahahah
3 jam 30 menit. Itu waktu saya menyelesaikan jalur sepanjang sekitar 16K ini. Elevasi sekitar 850m. Cuaca panas sekitar 38 derajat!
Seperti ketika makan sambel pedas, selama belum habis, sepanjang memakannya, sumpah serapah pasti dikeluarkan. Begitu juga ketika sedang berlari gunugn seperti ini. Tidak lagi-lagi! Ogah! dan lain-lain pasti keluar. Tapi entah kenapa, ada rasa kepuasan tersendiri ketika sudah melihat garis finish. Atau ketika melihat peserta berikutnya masuk di garis finish.
Mungkin para penggemar kegiatan melelahkan seperti ini tergolong sadomasokis. Mereka membutuhkan penyiksaan terlebih dahulu untuk mendapatkan kepuasan :)
| Teman-teman baru saya :) |
No comments:
Post a Comment