Sunday, May 18, 2014

Lari Trail di Wonosari (1)

Bermula dari obrolan ringan di media sosial dengan salah satu kawan saya di Jogjakarta tentang rencana liburan ke kota nya, dia lalu berakhir dengan mengajak untuk ikut kegiatan Hash bersama teman-temannya dari komunitas lari IndoRunners Jogjakarta. Sudah lama saya mendengar tentang kegiatan ini dari teman-teman saya di Semarang namun belum pernah sekalipun saya berkesempatan ikut. Tentu saja kali ini ajakan tersebut saya iyakan seketika meskipun sebenarnya saya agak khawatir dengan kemampuan lari trail saya semenjak pindah ke ibukota hahaha. Namun, bodo amat. Saya sudah kangen disiksa di gunung hutan!

Minggu, 20 April.

Siang pukul 11 saya tiba di lokasi berkumpul. Masih sepi. Setelah berkenalan dengan salah satu anggota komunitas IndoRunners Jogja, Luthfi, tidak lama kemudian beberapa orang mulai berdatangan. Beberapa orang ada yang khusus datang dari luar kota hanya untuk mengikuti acara ini. Acara yang digagas oleh salah satu komunitas hash terbesar di Jogjakarta ini memang dilaksanakan secara rutin dan sudah memiliki basis komunitas yang besar. Dan kegiatan hash ini memang sudah memiliki jejaring di hampir seluruh daerah di Indonesia. 

Seperti biasa, kami, sebagai penggemar kegiatan lari dan foto-foto, memulai acara dengan berfoto bersama-sama. Sekitar pukul 12.10 lari dimulai. Saat itu saya berpikir, gila aja acara lelarian dimulai siang tengah hari begini. Wonosari pula! Kulit saya terasa nyeri. Saya tidak peduli dengan kulit menghitam, saya hanya peduli sama otak saya yang bisa jadi mendidih karena panasnya! hahaha

Mari lari!

Jalurnya dimulai dengan melewati pematang sawah. Disini, kami masih berlari bergerombol. Selain karena jalannya sempit, juga karena semua masih segar. Masih terdengar canda tawa saling mencela satu sama lain. Beberapa memang sudah melesat jauh kedepan. Mereka ini yang datang jauh-jauh dari luar kota. Kami sih mencari senang-senangnya saja hehehe *ngeles padahal emang siput :D

Cerah ceria! Belum tahu jalur penyiksa di depannya :D



Gerombolan!

Saya masih sibuk dengan mengambil gambar teman-teman baru saya. Semua tampak senang hehehe

Hijau bukan? nggak! terik! panas luar biasa!


Kira-kira berjarak 1 km dari titik mulai lari, jalur menanjak perbukitan mulai memisahkan gerombolan kuat dan lemah hahaha. Disini sudah mulai sepi dari candaan. Yang ada hanya samar-samar suara (kehabisan) nafas dan suara hati masing-masing :D

grup mulai terpisah
Jalur menanjak yang berbatu dan sedikit licin, agak menyulitkan untuk berlari, atau sekedar berjalan. Namun, alasan utamanya adalah nafas yang sudah hampir putus :D

Disini saya tidak melihat tanda-tanda jalur yang seharusnya adalah serakan kertas berwarna merah dan putih yang disebar di sisi kanan jalan. Karena masih banyak peserta di depan saya, saya tinggal mengikuti mereka. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang sudah beberapa kali mengikuti ajang lari lintas alam seperti ini. 

Keluar dari jalur tanjakan pertama, mulai memasuki pemukiman kampung-kampung dan menuruni bukit-bukit. Disini saya mencuri nafas dengan berlari sekuatnya. Mumpung jalurnya turunan hahaha

Jalur turun adalah keahlian saya :D
Sekali lagi, panas menyengat adalah musuh saya!. Dengan hanya berkaus kutung dan meskipun sudah memakai sunscreen lotion, saya masih merasakan kulit saya terasa perih karena panas yang menyengat. Dan haus selalu melanda. Di beberapa titik memang melewati sungai namun entah sungainya kotor atau kering :)). Tapi di beberapa titik juga melewati pemukiman warga, termasuk kolam air penampungan mandi. Dan, bisa ditebak. Melihat kolam air tersebut saya seperti ingin masuk berendam. Namun, cukuplah dengan mengguyur kepala dan sekujur tubuh sepuasnya hehehe

Rombongan mulai terpisah. Saya mulai sendirian. Rombongan di depan sudah jauh melesat dan yang di belakang masih jauh tertinggal. 

Dari bawah lembah, saya melihat pondokan berjejer. Sepertinya jalan raya. Mungkin jalur menuju Gunung Kidul, batin saya saat itu. Berarti ada warung. hahaha. Dan benar adanya.   

Tepat di belokan sebelum menanjak di bukit terjal, melewati pinggir jalan raya dan beberapa warung yang menyediakan aneka macam panganan dan minuman dingin hihihi. Tentu saja, saya mampir sebenar menikmati es teh manis dan beberapa potongan gorengan hahahaha.

Sekitar 10 menit saya habiskan disini. Mengatur nafas. Menikmati minuman segar. Lalu saya kembali ke belokan mengikuti jalur selanjutnya. Disini saya bertemu 3-4 orang peserta lainnya. Tentu saja saya memprovokasi mereka untuk juga menikmati minuman dingin dan gorengan hahaha. Tanpa berpikir ulang mereka lalu mengikuti jejak saya untuk bersantai disana. Saya pun kembali melesat berlari dengan energi baru hihiihi


No comments:

Post a Comment