Bagi para penggemar lari trail atau lari gunung, bila sedang disela-sela pekerjaan lalu melihat di berbagai media sosial ada yang berbagi foto atau cerita tentang lari gunung mereka, biasanya langsung mencari tahu lokasi tempat tersebut dan sebisa mungkin mencari waktu untuk mencoba jalur lari itu. Masalah timbul bila tidak punya waktu banyak atau dana terbatas untuk keluar kota menyambangi gunung-gunung atau hutan-hutan. Satu hal yang saya pelajari adalah, hal itu bukan menjadi penghalang. Buka mata lebih jeli dan jalur lari trail akan terlihat, tanpa harus pergi jauh :)
Salah satunya adalah di kawasan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Kawasan yang terkenal dengan kompleks kampus Unviersitas Diponegoro ini memiliki jalur lari trail yang cukup menyenangkan sekaligus menantang. Mulai dari jalur setapak perkebunan milik warga hingga jalur naik turun perbukitan yang terletak di kawasan latihan militer TNI. Sangat cocok untuk memuaskan hobi para pelari trail yang tidak punya cukup waktu untuk keluar kota.
Sore itu, atas ajakan seorang kawan yang juga penggemar lari trail, saya menjajal jalur 10K yang sudah dipetakan oleh dia dan beberapa kawan lainnya. Area ini sebenarnya bukan area baru bagi saya. Sebagian jalur yang dilewati adalah jalur lari dan sepeda saya dulu ketika masih tinggal di Kota Lumpia ini. Kali ini, dalam rangka liburan ke rumah ibu mertua, sebelum pulang kembali ke ibukota malam harinya, saya ikut berlari-lari sore, sekaligus nostalgia :)
Dimulai dari stadiun olahraga di kompleks Universitas Diponegoro pukul 16.00, jalur dimulai melewati perkebunan singkong dan perumahan penduduk. Kawan saya berada di depan berlari dengan stabil kecepatan sekitar 6.5 - 7 menit per kilometer. Baru sekitar 3 menit berlari, langkah kami melambat dan sedikit ragu. Ada dua ekor anjing berkeliaran dan mulai tertarik memperhatikan kami hahaha. Namun, pengalaman tinggal di Filipina selama tujuh bulan dimana anjing bebas berkeliaran dan menggonggong manusia, saya jadi tidak begitu takut lagi. Sedangkan kawan saya berhenti, diam dan memilih jalan berputar. Tujuh bulan lalu saya pun mungkin akan melakukan hal yang sama hahaha
Entah karena sudah lama tidak berlari trail bersama kawan, saya lalu banyak berlari kencang. Sekitar 5.3 menit per kilometer. Saya benar-benar menikmati kesempatan ini. Biasanya ketika sedang melewati jalur baru, saya akan mengambil gambar sebanyak-banyaknya dan kali berikutnya baru fokus untuk lelarian. Namun kali ini, saya harus sudah berada di rumah sekitar pukul 17.30. Foto-fotonya nanti aja haha
![]() |
| Berhati-hati di jembatan rusak |
Sekitar kilometer 3, kami berhenti sejenak. Ada satu kawan yang hendak menyusul. Tempat kami berhenti adalah areal milik TNI yang sepertinya dijadikan kawasan latihan bagi anggotanya. Tampak ada bis bekas tertutup oleh semak belukar dan rangka helikopter yang diletakkan diatas menara besi. Saya jadi membayangkan adegan film-film Amerika ketika membebaskan sandera atau menyerang markas penjahat. Disini saya banyak mengambil gambar.
![]() |
| Hai, selamat sore :) |
Tak lama kemudian dari jauh, tampak kawan kami yang datang menyusul. Sungguh menyenangkan melihat sosok yang kita kenal dan melakukan kegiatan yang sama. Tak lama, kami lalu melanjutkan perlarian, mengikuti jalur yang sudah dibuat kawan kami sebelumnya. Saking asyiknya mengabadikan mereka, saya lalu terjerembab jatuh dengan suksesnya :) . Kedua lutut lalu lecet dan perih. Tak masalah. Perlarian bisa diteruskan. Perasaan malu dimasukkan ke dalam tas pinggang :D
Kurang lebih satu jam kami habiskan di jalur ringan ini. Tidak menyajikan pemandangan istimewa seperti di gunung atau hutan namun cukup memuaskan hasrat lari trail kami. Dan, lokasinya pun mudah di jangkau dari pusat kota Lumpia ini.
![]() |
| Jalur 10K |
![]() |
| Grafik elevasi |




No comments:
Post a Comment