Monday, January 27, 2014

Penyu (tidak) Punya Teluk

Bisa ditebak, hanya dengan mendengar namanya saja, kalau penamaan Teluk Penyu di sebelah selatan kota Cilacap berasal dari banyaknya penyu disana. Hampir benar. Konon kabarnya dulu teluk ini menjadi lokasi bertelurnya para penyu yang datang dari samudera India. Namun, sekarang, yang datang "bertelur" adalah sampah dan para wisatawan. 

Pantai dan lamunan. Dua hal tersebut seperti tidak akan terpisahkan dari manusia dan nafsunya. Melihat pantai seperti secara otomatis meminta manusia untuk duduk sejenak, diam dan menikmati suasana. Lihatlah mereka yang menikmati suasana di pantai. Entah sekedar duduk menunggu matahari terbenam atau terbit. Melihat hingga ke batas cakrawala dalam diam. Bahkan dalam sebuah pesta pantai pun, akan ada yang terlihat duduk santai menikmati suara ombak di tepi pantai. 

dimana ujungnya?
Saya sendiri lebih menyukai hutan dan ketinggian. Menikmati dunia dari ketinggian. Mungkin ambisi manusia untuk selalu berada pada titik tertinggi, entah mendaki gunung atau dalam kehidupan sehari-hari. Namun, berada di tepi laut, dengan angin menerpa serta birunya samudra seakan-akan membawa diri hingga ke dalam nya hati. 

Aku melihatmu dari jauh
Di Teluk Penyu ini pun sore kuhabiskan dengan duduk mendengar suara ombak menabrak pemecah gelombang. Menikmati manusia yang datang duduk bercengkrama dengan teman terdekat. 

Dalam kesendiriannya, saya percaya manusia tidak akan merasa kesepian. Seperti anak yang selalu merasa nyaman bersama ibunya, begitupun kepercayaan saya pada rasa nyaman manusia terhadap alamnya. Begitu pula kepercayaan saya bahwa manusia yang membuat ibunya menangis, akan menerima balasannya.

    

No comments:

Post a Comment