Tuesday, June 3, 2014

Papandayan Trail Running - 3

15 menit berlari dan berhenti mengambil gambar sejak dari parkiran, saya kemudian tiba di Kawah. Tadinya ketika di bawah, saya sempat kepikiran untuk turun mendekati kawah dan mengambil gambar sebanyak mungkin, namun ketika tiba di tepiannya, bau menyengat khas kawah belerang membuat saya mual dan memilih untuk kabur seketika meninggalkan kawasan kawah hahaha

Kawah Papandayan

Menyisir kawah

Beberapa pendaki terlihat melintasi punggungan kawah yang menyembulkan asap tebal dan aliran sungai kecil dengan air panas. Sepertinya berujung di kolam air panas di dekat lokasi saya mendirikan tenda :)

Jalur mulai ramah alias tidak lagi menanjak :p. Saya bisa berlari sedikit kencang. Lelompatan menghindari bebatuan besar. Rasanya senang sekali. Saya tetap berusaha mengambil gambar sebanyak mungkin karena sore hari seperti ini cahaya biasanya bagus untuk gambar. Langit pun biru terang. 

kura-kura biru
Mendekati Pos II, jalur kembali menanjak. beberapa titik hanya bisa dilewati satu persatu dan saya harus bersabar berjalan dibelakang gerombolan pendaki dengan ransel-ransel raksasa mereka. Sekali lagi saya hanya bisa geleng-geleng kepala dan berkata dalam hati, saya makin yakin untuk berlatih trail running dalam setiap pendakian gunung saya, mulai saat ini. Memanggul ransel seberat itu, keliahatannya sih, hanya akan mempercepat kerusakan pada tulang tua saya :D

Di pos II setiap pendaki diwajibkan untuk memperlihatkan lembar kertas perjalanan yang mereka terima di posko pendakian tadi. Disini petugas akan memberi tanda tangan dan stempel sebagai bukti bahwa yang bersangkutan sudah tiba di pos II. Bagus sekali, pikiran saya saat itu. Di Jawa Tengah, saya tidak pernah melihat sistem seperti ini. Disini, saya sempatkan untuk kembali bertanya kepada petugas arah menuju puncak dan lama waktu yang dibutuhkan. Petugas pun mengingatkan untuk memperhatikan cuaca dan waktu karena sore kadang kabut menutup puncak gunung. Mereka menyarankan untuk berhenti di Pondok Salada saja. Saya mengiyakan dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Pondok Salada

35 menit waktu yang saya butuhkan dari parkiran untuk tiba di Pondok Salada, sebuah dataran luas yang cocok untuk mendirikan tenda dan berkemah. Jam tangan saya masih menunjukkan waktu pukul 15 lebih sedikit. Benar kata petugas tadi. Tiba di puncak mungkin akan berkabut dan rawan tersesat. Saya putuskan untuk kembali turun ke parkiran. Besok pagi saya akan kembali kesini dan merayap menuju puncak Papandayan.

foto diri :D



No comments:

Post a Comment