Saturday, December 14, 2013

Trail Running - curhat galau.

Coba ketik kata trail running di mesin pencari internet, yang muncul adalah berbagai informasi dan foto tentang lomba lari lintas gunung, begitu terjemahan bebas saya. Lomba yang biasanya dilakukan di berbagai gunung di dunia dengan jarak dan tingkatan yang berbeda-beda. 

Di Indonesia, lomba lari gunung ini sudah dilakukan beberapa kali seperti di Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru atau Rinjani. Dua lomba terakhir dikategorikan sebagai ultra yaitu menempuh jarak diatas 55 kilometer! 


Saya belum pernah ikut lomba lari gunung di Indonesia yang bergengsi seperti BTS100Ultra atau MRU. Nyali saja tidak cukup ternyata. Dana untuk berangkat dan pulang serta tinggal di lokasi tersebut, tidak kecil, terutama bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan seperti saya :). Mengikuti salah satu dari dua lomba tersebut adalah bagian dari daftar keinginan yang ingin saya lakukan sebelum mati :p

Melihat-lihat obrolan atau foto-foto dari group yang saya ikuti tersebut membuat saya sedikit sedih. Seharusnya saya bisa ikut juga. Namun, lagi-lagi, ada kebutuhan yang harus didahulukan hehehe

Namun, jangan berkecil hati. Melakukan lari trail tidak hanya harus di gunung. Temukanlah lokasi-lokasi yang jarang dilalui seperti perbukitan di kotamu yang biasanya hanya kau lihat dari jalan raya atau jalan-jalan di tepi kota yang biasanya menjadi jalan-jalan tikus atau jalan tembus yang becek kalau musim hujan. Seperti yang saya lakukan akhir pekan lalu.

berfoto bersama kerbau (foto oleh Ojan)
Mencari jalur (foto oleh Ojan)
Di Semarang, saya punya jalur lari trails yang saya sukai. Tidak perlu keluar kota dan total jalurnya sekitar 9.6 km. 
Latihan trail running di Semarang

Jarak tersebut saya perkirakan memenuhi keinginan saya akan lari menanjak dan berlumpur. 

Lokasi trailnya berada di kawasan latihan TNI di Semarang sebenarnya, ada beberapa pos pantau, tempat latihan tembak dan terjun tali dari ketinggian. Beberapa orang masyarakat pun setiap hari berada di kawasan hutan ini untuk menggembalakan kerbau mereka. Beberapa bagian yang terdiri dari padang rumput, tanah berlumpur dan pepohonan rapat sunggah sangat disukai para kerbau ini, termasuk saya hihihi. 


Seperti yang saya lakukan bersama salah satu kawan saya dari komunitas Semarang Runners minggu lalu. Kami lelarian menjelajahi kawasan hutan ini tanpa jalur yang jelas. Jalur aspal rusak berakhir di salah satu ujung tebing bagian utara, lalu kami mencari-cari jalan sendiri hingga tembus ke bagian barat hutan. 


Beberapa tanjakan berlumpur kami lewati. Tanjakan dan jalur yang juga biasanya dilewati oleh kerbau bila berangkat merumput. 
Beristirahat (foto oleh Ojan)

Sesungguhnya selalu ada jalan bila kita benar-benar menginginkan sesuatu. Bila saat ini mengikuti lomba-lomba tersebut belum mampu dilakukan, temukanlah jalur-jalur lari trail dimanapun kita berada. Nikmati semuanya sembari membayangkan berlarian diantara peserta lomba trail itu :) 

1 comment: